
« تَهَادَوْا تَحَابُّوا »
Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai (HR al-Bukhari, al-Baihaqi, Abu Ya’la)
Imam Bukhari mengeluarkan hadis di atas dalam Adab al-Mufrad, bab qabûl al-hadiyah, hadis no. 612. Imam al-Bukhari meriwayatkan hadis ini berturut-turut dari Amru bin Khalid, dari Dhimam bin Ismail, dari Musa bin Wardan, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw.
Abu Ya’la mengeluarkan hadis di atas dalam Musnad-nya, yakni hadis no. 6013, berturut-turut dari Suwaid bin Said, dari Dhimam bin Ismail, dari Musa bin Wardan, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw.
Adapun al-Baihaqi mengeluarkannya dalam Sunan al-Kubrâ, Syu’ab al-Îmân dan al-Adâb li al-Baihaqi.
Hadis ini juga keluarkan oleh Abu Bisyr Muhammad bin Ahmad ad-Daulabi dalam Al-Kunâ wa al-Asmâ’, Tamam bin Muhammad dalam Al-Fawâ’id Tamam, Ibn al-Muqri’ dalam Al-Mu’jam li Ibn al-Muqri’ dan an-Nasai dalam al-Kunâ.
Baca terus →
Kategori: Ideology · Umum
Ditandai: ukhuwah
Malam tanggal 5 September 2008, para dosen dan administrasi TIUA berbuka bersama di Unang Rindu. Hampir semua dosen datang, tetapi ada yang menarik dalam berbuka bersama kali ini. Karena Dr. Lusi Susanti yang menjabat sebagai ketua jurusan TIUA dalam periode ini. Ibu Lusi ini merupakan alumni TIUA dan juga merupakan alumni TIUA yang pertama kali mendapatkan gelar S3.
Baca terus →
Kategori: Informasi Terkini · TIUA
Ditandai: Informasi TIUA, opini

Ramadhan: Bulan Mengendalikan Hawa Nafsu
Biasanya, sering kita mengatakan atau mendengar bahwa shaum berfungsi untuk menundukkan hawa nafsu jelek kita. Namun, yang dimaksud sekadar menahan nafsu makan dan minum, tidak berbohong, tidak bertengkar, tidak meng-gîbah, atau aktivitas lain yang bersifat moralitas semata. Kalaupun faktanya demikian maka sebenarnya telah terjadi penyempitan makna dari menundukkan hawa nafsu itu sendiri. Allah SWT berfirman:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوحَى
Tiadalah yang diucapkannya itu (al-Quran dan al-Hadist) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (QS an-Najm [53]: 3-4).
Dalam ayat di atas, Allah SWT secara tegas menjelaskan bahwa hawa nafsu dan wahyu saling berbeda. Hawa nafsu adalah segala bentuk dorongan yang berasal dari dalam diri manusia. Oleh karena itu, hawa nafsu tidak hanya terbatas pada aspek moralitas saja, melainkan menyangkut seluruh dorongan ada dalam diri manusia yang mewujud dalam seluruh aktivitas. Sebaliknya, wahyu adalah sesuatu yang diwahyukan oleh Allah kepada Rasulullah saw. berupa perintah dan larangan. Wahyu ini yang harus mengendalikan hawa nafsu manusia. Jika hawa nafsu manusia tidak dibimbing wahyu, ia akan cenderung pada keburukan.
Baca terus →
Kategori: Ideology
Ditandai: Keutamaan Ramadhan, Ramadhan
Silabus
Mata Kuliah : Metodologi Berorientasikan Objek
Dosen : Asmuliardi Muluk
SKS : 2
I. Tujuan
Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang konsep objek, atribute, signifikansi berpikir objek, keuntungan yang didapat. Memberikan pengetahuan tentang penggunaan objek di dalam pengembangan perangkat lunak.
Baca terus →
Kategori: Perkuliahan · TIUA
Ditandai: Silabus Metodologi Berorientasikan Objek