Saudaraku, permasalahan yang paling mendasar bagi umat Islam adalah antara keyakinan dan perbuatan tidak sejalan. Keyakinan kita kepada Allah hanyalah keyakinan yang setengah-setengah. Kita katanya yakin Allah Maha Pelindung, tetapi kita lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah, kita katanya yakin bahwa Allah Maha pemberi rezeki, tetapi kita menggantungkan rezeki kepada riba daripada menaati hukumNya, Kita katanya yakin bahwa dialah sebagai raja dan pencipta Alam Semesta, tetapi kita tidak mau mengikuti aturan-aturanNya dalam kehidupan ini, kita katanya yakin ada hari akherat, tetapi kita tidak berbuat untuk mempersiapkannya, kita masih bermain main dengan akal kita yang terbatas dan bodoh ini.
Inilah yang membuat kita ini lemah, Inilah yang membuat musuh-musuh Allah berani mengganggu kita, inilah yang membuat hukum-hukum Allah tidak tegak di muka bumi ini. Ketahuilah, apabila itu telah terjadi kepada kita, sungguh penyakit “Wahn” telah menyertai kita. Para Sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, apa itu “wahn”,
beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”.
Kuatkan keimanan kita, bahwa Allahlah segala-galanya, Dialah Sang Maha Raja, Penguasa, kehidupan dunia ini bukan tujuan, dialah sebagai tujuan. Takutlah hanya kepada Allah SWT, jangan kepada manusia, karena itulah puncak dari kebahagiaan.
Allahuakbar!
“Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan
janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang
tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu
adalah orang-orang yang kafir. ” Al Maa’idah 44