A Journey back to Allah

Sudah Saatnya Alumni TIUA Memajukan Jurusan

September 5, 2008 · 8 Tanggapan

Malam tanggal 5 September 2008, para dosen dan administrasi TIUA berbuka bersama di Unang Rindu. Hampir semua dosen datang, tetapi ada yang menarik dalam berbuka bersama kali ini. Karena Dr. Lusi Susanti yang menjabat sebagai ketua jurusan TIUA dalam periode ini. Ibu Lusi ini merupakan alumni TIUA dan juga merupakan alumni TIUA yang pertama kali mendapatkan gelar S3.

Sebagai seorang dosen yang sudah mengajar semenjak tahun 1996, saya mempunyai pendapat bahwa alumni TIUA sendirilah orang yang paling peduli dengan jurusan mereka sendiri, karena TIUA adalah almamater mereka, bagian dari jati diri mereka, mereka tidak bisa mengingkari bahwasanya mereka pernah berada di jurusan Teknik Industri Universitas Andalas, terlepas dari baik ataupun buruknya sistem yang berada di jurusan Teknik Industri. Oleh karena itu orang yang paling peduli dengan kemajuan TIUA adalah para alumni TIUA sendiri.

Saya pribadi ketika datang ke TIUA sangat menginginkan sekali kemajuan institusi TIUA. Tetapi setelah 12 tahu berada di TIUA saya melihat bahwa saya dengan idealisme sendiri tidak sanggup untuk membuat sistem yang ada di Teknik Industri menjadi lebih baik. Terus terang kita akui bahwa sistem yang ada di TIUA jauh dari dikatakan baik. Majunya para alumni TIUA tidak terlepas dari kualitas mahasiswa dan para alumni yang memang sangat bagus sekali. Dan seharusnya kualitas material yang bagus didukung dengan sistem yang bagus, sebagaimana yang kita pelajari di Teknik Industri itu sendiri.

Hal-hal yang menyebabkan kurang majunya TIUA secara institusi tidak lepas dari kurang matangnya konsep pendirian jurusan pada awalnya, tidak terdapat persamaan visi dan misi dari para pengelola dan pengajar, dan hal lain secara teknis maupun non teknis. Staf pengajar TIUA yang terdiri dari berbagai background yang berbeda yang bukan merupakan alumni TIUA sendiri juga mempengaruhi perkembangan TIUA untuk menjadi suatu jurusan yang lebih baik. Dan itu adalah suatu hal yang wajar bagi suatu jurusan baru didirikan dan mendapatkan staf pengajar dari luar TIUA sendiri. Tetapi staf pengajar non alumni TIUA saya asumsikan mempunyai rasa kepemilikan yang berbeda dengan alumni TIUA sendiri, dan juga mempunyai keinginan yang kurang di dalam memajukan TIUA dibandingkan alumni TIUA sendiri. Kita telah melihat ada dosen-dosen yang serius dengan kemajuan TIUA pada akhirnya keluar dari TIUA agar bisa melakukan perubahan di luar, ada juga dosen yang pada awalnya serius dengan kemajuan TIUA sekarang bersikap tidak mau peduli terhadap TIUA sendiri, dalam arti kata, bersikap menyelamatkan diri mereka sendiri.

Bagaimanapun juga TIUA adalah rumah kita, bagi para mahasiswa adalah tempat bagi mereka mendapatkan ilmu, bagi para dosen adalah rumah mereka sampai mereka tua, dan bagi para alumni adalah jati diri mereka. Kita tidak boleh bersikap apatis terhadap TIUA. TIUA adalah produk kita bersama, terlebih-lebih lagi para alumni, sangatlah mungkin bagi mereka untuk membuat perbaikan-perbaikan di TIUA. Caranya dengan memperkuat organisasi alumni TIUA, memberikan input-input dan kritikan untuk perbaikan TIUA, seperti perbaikan administrasi, proses belajar mengajar dan fasilitas yang ada di TIUA sendiri. Apalagi yang memimpin TIUA sendiri pada saat ini adalah merupakan alumninya sendiri. Kerjasama, komunikasi mungkin akan menjadi lebih lancar bagi sesama alumni. Sudah saatnya para alumni berkiprah memajukan TIUA, karena kalau tidak disupport alumni maka TIUA sekarang, kapan lagi kita akan memajukan TIUA. Wallahualam

Kategori: Informasi Terkini · TIUA
Ditandai: ,

8 tanggapan so far ↓

  • ahmadvarid // September 6, 2008 pada 10:23 am |

    Congrat buat Dr. Lusi Susanti semoga TIUA lebih maju…

    Salut & terima kasih buat Pak Ardi yang sudah 12 th mencoba utk mebangun TIUA menjadi lebih baik walaupun sering menghadapi kendala-kendala yang saya yakin banyak atau sedikitnya mempengaruhi komitmen dan perjuangan Pak Ardi sendiri.

    Dengan adanya tulisan Pak Ardi ini membuat kita berpikir dan prihatin akan kondisi TIUA yang percepatan kemajuannya tidak sesuai seperti yg diharapkan.

    Saya sangat setuju dengan pemikiran Pak Ardi bhw sudah saatnya alumni TIUA memajukan jurusannya sendiri, siapa lagi yg akan memajukan kalau bukan alumninya sendiri dan staf pengajar yg mempunyai komitmen seperti Pak Ardi.

    Tapi terus terang sejak lulus th 2ooo dulu saya belum mengetahui kemajuan/perkembangan TIUA… dan untuk itu sepertinya kita sebagai alumni sebaiknya harus mendapatkan informasi dari mahasiswa/jurusan TIUA ttg kemajuan/perkembangannya sampai sekarang.

    Kedua,sebaiknya ada frame/guidance yg jelas dalam bidang apa kita sbg alumni dapat berkontribusi memajukan jurusan sesuai dengan kebutuhan jurusan saat ini dan kebutuhan market kerja, krn bidang kerja alumni TIUA pada saat ini sangat luas, ada yg msh berhubungan dengan TI dan juga ada yg sedikit menyimpang dari TI seperti saya sendiri yg bekerja di bidang welding inspection.

    Saya harap dg adanya tulisan Pak Ardi ini membuat pikiran kita sebagai alumni menjadi terpicu utk membuat jurusan menjadi lebih maju.

    Again, salut & terima kasih atas komitmen & kerja kerasnya Pak Ardi.

    Salam
    Varid

  • jamhur // September 6, 2008 pada 11:08 am |

    Sebelumnya saya ucapkan Selamat pada Bu LUSI Susanti, atas kehadirannya kembali ke TIUA. Semoga kehadirannya TIUA dapat menjadi lebih baik..

    Semakin ramainya alumni TIUA pasti akan menambah dobrakan bagi pembangunan bangsa, khususnya bagi institusi TIUA itu sendiri.

    Dalam hal support alumni pada almamater, tentu saja saya sangat sepakat. Namun, alangkah baiknya perlu diperjelas kontribusi seperti apa yang betul-betul dibutuhkan saat ini. Tentu hal ini perlu dukungan semua stake holder.

    Best regard,
    jamhur ilmi

  • rotyyu // September 6, 2008 pada 1:47 pm |

    Memang benar, orang yg paling tepat untuk memajukan suatu kampus, fakultas, jurusan adalah para alumnusnya yg merasa memiliki ikatan dengan almamaternya. Sebuah kewajiban yang tidak harus dilakukan, tergantung pada panggilan hati nurani juga sih…….

    http://rotyyu.tk
    http://rotyyu.blogsome.com

  • quantan // September 8, 2008 pada 11:08 am |

    Selamat buat bu Dr. Lusi Susanti, semoga ilmu dan pengalamannya dapat berguna untuk membuat TIUA menjadi lebih baik.

    Terimakasih buat pak Ardi yang sudah memberi sedikit gambaran keadaan Jurusan TIUA saat ini.

    Mudah-mudahan ini awal untuk langkah kemajuan TIUA berikutnya, minimal menjadi lebih baik dari Jurusan-jurusan yang ada di Universitas Andalas.

    Kalau bisa, dari blog pada dosen/lab saling link sehingga memudahkan alumni/mahasiswa dalam mengaksesnya. Sehingga komunikasi menjadi lebih lancar.

    Minimal blog/atau situs pribadi dosen/lab bisa diandalkan jika situs http://industri.unand.ac.id/ lagi bermasalah.

  • amuluk // September 8, 2008 pada 4:33 pm |

    Buat Varid , Teguh dan members of alumni tiua:
    perkembangan TI secara kualitas saya rasa belum maju, secara fisik mungkin, karena memang sudah seharusnya kita mendapatkan gedung di Fakultas Teknik.
    Bagaimana caranya kita memajukan jurusan? saya rasa peran alumni harus besar, pertama alumni harus mempunyai kekuatan organisasi yang kuat, ada yang mau maju memimpin alumni, kalau bisa ada pertemuan berkala, untuk kepentingan alumni sendiri dan jurusan. Kemudian setiap pertemuan alumni harus ada keputusan yang memberikan usulan, kalau bisa tekanan agar jurusan menjadi lebih baik lagi. Teman2 sekalian yang mengetahui kelemahan dari TIUA, masukan2 perbaikan, kritikan dari almaters secara formal akan memberikan tekanan kepada jurusan untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Jadi itu usulan saya. Alumni harus ada yang memimpin, pertemuan dan kalau perlu organisasinya terdaftar, kemudian pertemuan untuk perbaikan tiua. Kenapa baru sekarang?, karena saya yakin, apabila sudah alumni sendiri yang memimpin almamater, penghalang komunikasi akan hilang. Apalagi alumni TIUA sekarang sudah sampai pada taraf stabil di dalam ekonomi dan karir. Sehingga juga merupakan stakeholder lansung. Wallahualam bissawwab

  • adh1t // September 9, 2008 pada 12:47 pm |

    saya setuju dengan usul pa’ ardi seharusnya alumni TI UA memiliki sebuah organisasi yang dapat mengakomodir segala usulan alumni dalam memajukan TI UA.

  • hermaini // September 12, 2008 pada 12:32 pm |

    Assalamu’alaikum,
    Bicara mengenai organisasi alumni, maka organisasi khusus alumni TIUA bisa dibilang belum terwujud. Namun kita punya KATUA (Keluarga Alumni Teknik Universitas Andalas) dimana keberadaan KATUA dibatam cukup kuat tapi sebagian besar anggotanya dari Teknik Mesin. Pada awalnya para alumnus yang dibatam sangat merasakan manfaat dari Katua namun akhir-akhir ini tidak demikian, karena para pengurusnya pada sibuk semua dan juga para anggota yang baru merasa bisa survive tanpa organisasi alumni. Menurut saya hal ini terjasi karena tidak jelas visi dan misi organisasi yang dibangun.

    Maka dari itu, sebelum membentuk organisasi alumni khusus TIUA, harus dimatangkan dulu visi dan misinya dan juga jelas bentuk kerjasama yang akan terjalin antara alumni dan jurusan.

    Sewaktu saya masih dibatam, kami alumni TIUA yang dibatam telah mencoba untuk berkerjasama dengan jurusan untuk Kerja Praktek diperusahaan tempat kami bekerja.
    Kami minta agar ada suatu proposal dari jurusan serta juga HMTI untuk pengajuan KP, namun sepertinya kurang ditanggapi.
    Seyogyanya hal seperti ini perlu disambut antusias baik oleh jurusan maupun HMTI. Tapi sayang tidak demikian faktanya…

    Wassalam,
    Hermaini TI’94

  • Alumni, Mahasiwa, Jurusan : untuk almamter « [ Teknik Industri Unand ] // Oktober 20, 2008 pada 2:38 pm |

    [...] Baca juga Sudah Saatnya Alumni TIUA Memajukan Jurusan [...]

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.