Rasulullah Saw pada awal ramadhan, dalam satu khutbah (diriwatatkan dari Ibnu Najar dari Anas Ra), beliau bersabda:
“Kalian telah disambut oleh Ramadhan, maka sambutlah ia. Ingat, tidak ada satu orang pun dari Ahli Kiblat (Muslim), kecuali pasti Allah ampuni dosanya pada malam pertama dari bulan Ramadhan.”
Pertanyaan yang patut kita pertanyakan, apakah kita sudah menyambut ramadhan kita? Sudah berapa kali kita sudah mendapatkan Ramadhan dalam hidup kita?, 10 kali, 20 kali atau 30 kali?, apakah setiap kali kita mendapatkan Ramadhan ada membawa pengaruh kepada kita? atau adakah kita bertambah lebih baik lagi?, menjadi orang yang bertaqwa, Lebih taat dalam beribadah, lebih banyak amar ma’ruf nahi mungkar atau Ikut berdakwah dan memperjuangkan agama Allah? kalau tidak berarti seberapa banyakpun kita mendapatkan Ramadhan, semuanya adalah suatu kesia-siaan. Berarti kita tidak mempersiapkan Ramadhan kita untuk benar-benar merobah diri kita menjadi orang yang bertaqwa. Dalam arti kata kita tidak menyambut Ramadhan, tidak dengan persiapan, tidak mendapatkan ampunan Allah SWT sebagaimana Sabda Rasulullah Saw.
Lalu persiapan yang bagaimana?, Ada 3 persiapan yang perlu kita kerjakan kalau kita melihatnya dari segi praktis pelaksanaan puasa pada bulan Ramadhan:
1. Persiapan bersifat pengetahuan (knowledge)
2. Persiapan bersifat manajemen.
3. Persiapan bersifat fisik.
Persiapan yang bersifat pengetahuan adalah persiapan paling penting dan paling dahulu yang harus kita kerjakan sebelum persiapan lainnya. Persiapan pengetahuan adalah mengetahui apa itu Bulan Ramadhan, kenapa puasa di bulan Ramadhan menjadi suatu kewajiban, apa yang menjadi keutamaan pada bulan Ramadhan, dan apa kerugian apabila kita tidak melaksanakannya serta semua hal yang menyangkut teknis dan pelaksanaan puasa pada bulan Ramadhan.
Ini bisa kita dapatkan dengan melihat ayat-ayat AlQur’an beserta hadits-hadits yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. Sebagai contoh dalam sebuah hadits sahih Bukhari, Rasulullah pernah mengatakan
““Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan kerana iman dan mengharap redha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”
atau hadits sebagai berikut:
diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa beliau pernah Rasulullah mendengarkan naik mimbar kemudian Rasulullah berkata: “Amin, Amin, Amin” Ditanyakan kepadanya: “Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya Jibril as datang kepadaku, dia berkata: Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan ‘Amin’, maka akupun mengucapkan Amin…”
Dari hadits-hadits diatas memberikan semangat kepada kita untuk diampuni dosa-dosanya, dan kalau tidak diampuni dosa-dosa kita maka tempatnya di neraka. Dan banyak lagi hadits-hadits lainnya yang memberikan informasi yang memberitahu kita tentang cara berpuasa yang baik, ataupun semangat agar kita bersungguh-sungguh berpuasa untuk menjadi orang yang bertaqwa.
Persiapan bersifat manajemen adalah persiapan pengelolaan waktu dan aktivitas apa saja yang akan menjadikan kita bertambah dekat kepada Allah SWT dalam jumlah semaksimal mungkin. Kita harus menyadari bahwa kita akan dihisab oleh Allah SWT di dalam segi amal kita. Sebagaimana kita ketahui Ramadhan adalah bulan amal, dimana amal-amal soleh kita mendapatkan balasan berlipat ganda di bulan Ramadhan pada hari penghisaban nanti. Oleh karena itu perlu kita melakukan pengelolaan aktivitas dan waktu terhadap semua amal-amal soleh yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan, selain berpuasa.
Banyak amalan-amalan soleh yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan, yang mana kalau bisa tidak kita tinggalkan sama sekali, seperti sholat malam, tadarus dan tadabur AlQur’an, berinfaq, memperjuangkan agama Allah dengan berdakwah amar ma’ruf dan nahi mungkar. Seharusnya kita mempunyai jadwal yang berisi target amal dan waktu pelaksanaannya, tentu amal-amal yang akan mendekatkan diri kita kepada Allah dan mendapatkan pahala di akherat nanti. Hal-hal seperti menonton TV, main domino, main games, tidur dan yang lainnya merupakan kegiatan-kegiatan yang tidak signifikan di hari penghisaban nanti bagi kita.
Persiapan terakhir adalah persiapan fisik, merupakan persiapan berupa kesiapan tubuh kita di dalam berpuasa, suatu hal yang sudah alami, apabila kita kurang makan dan minum maka tubuh kita akan lemas, sementara itu kita harus melakukan kegiatan amal ibadah ekstra dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya. Oleh karena itu kita perlu mengatur kapan dan berapa lama harus tidur dalam sehari, bergadang jelas akan menyebabkan kita tidak mampu beraktivitas keesokan harinya. Tubuh memerlukan gizi, vitamin dan mineral yang cukup agar kita kuat di dalam berpuasa. Oleh karena itu tidak ada salahnya kita menambah suplemen di dalam kita makan sahur, memperbanyak serat dan sayur, serta mengurangi makanan berlemak dan berminyak.
Akhir kata, Ramadhan adalah bulan amal, kita harus mempersiapkan semaksimum mungkin amalan-amalan soleh yang akan menjadi perhitungan di akherat nanti, sehingga bisa menyelamatkan kita dari hari penghisaban dan akhirnya kita bisa mendapatkan Jannatun Na’im. Satu amalan yang seharusnya benar-benar kita seriusi adalah berdakwah untuk menegakkan hukum-hukum Allah diimplementasikan di muka bumi ini. Karena tidak tegaknya hukum-hukum Islam di muka bumi ini, maka pahala puasa kita bagaikan tidak ada artinya, karena kezhaliman dan maksiat bertebaran di mana-mana tanpa kita mampu mengatasinya. Sebagai contoh di bulan Ramadhan ini begitu banyaknya orang-orang yang melakukan asmara subuh, membuka aurat, dan setiap kali kita melihat dan tidak menghentikan perbuatan mereka, maka kita akan ikut berdosa. Jadi amalan puasa kita mari kita tambah dengan amalan dakwah kepad tegaknya aturan-aturan Allah SWT.
Selamat berpuasa, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita terdahulu, keseluruhannya. Amin

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.